Peran Tingkat Kecukupan Cadangan pada Perusahaan Asuransi di Indonesia
Keywords:
Rasio Cadangan Teknis, Return Saham, Signalling Theory, Early Warning SystemAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kecukupan cadangan, yang diukur menggunakan rasio cadangan teknis sebagai salah satu komponen Early Warning System (EWS), terhadap return saham perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini didasarkan pada perspektif signaling theory, di mana informasi keuangan perusahaan diasumsikan menjadi sinyal bagi investor dalam menilai kondisi dan prospek perusahaan. Sampel terdiri atas 11 perusahaan asuransi yang terdaftar di BEI selama periode 2015–2025, dipilih melalui purposive sampling, dengan pendekatan data panel (pooled data). Data dianalisis menggunakan pooled regression, meliputi Common Effect Model, Fixed Effect Model, dan Random Effect Model, yang dipilih melalui uji Chow dan uji Hausman. Model regresi telah memenuhi asumsi normalitas, bebas multikolinearitas, bebas autokorelasi, bebas heteroskedastisitas, dan data bersifat stasioner. Berdasarkan uji Hausman, model terpilih adalah Random Effect Model. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio cadangan teknis tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham (probabilitas 0,9037 > 0,05), sehingga hipotesis ditolak. Temuan ini mengindikasikan investor cenderung tidak menjadikan rasio cadangan teknis sebagai pertimbangan utama dalam keputusan investasi, dan lebih mempertimbangkan indikator lain seperti solvency margin. Penelitian ini memberikan implikasi bagi investor dan manajemen untuk memperhatikan indikator keuangan lain seperti solvabilitas, profitabilitas, dan likuiditas dalam menilai prospek dan risiko perusahaan.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Deny Setiawan, Dian Prasetyo Widyaningtyas, Bonaventura Hendrawan Maranata (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




